Posts filed under ‘Kisah Motivasi’

Berkembang Laksana Udang

Suatu hari saya bertemu dengan ahli kelautan yang kemudian
bertanya kepada saya, “apakah anda mengetahui bagaimana seekor udah
galah (lobster) mampu untuk tumbuh bertambah besar meskipun ia
memiliki cangkang yang keras ?”. Saya baru menyadari bahwa saya tidak
pernah memikirkan hal tersebut. Bagaimana mungkin seekor udah galah
dengan kulit yang begitu keras dapat tumbuh. Namun dilain pihak tidak
mungkin sejak ditelurkan mereka langsung menjadi besar. Lalu
bagaimanakah caranya mereka bertumbuh ?

Satu-satunya cara, menurut penjelasan ahli tersebut bagi
seekor udang Galah untuk tumbuh adalah dengan melepaskan kulitnya
dalam periode tertentu. Ketika tubuhnya mulai dirasakan sesak berada
dalam cangkangnya, karena pertumbuhan tubuh mereka, lobster tersebut
berusaha untuk mencari  daerah yang dianggapnya aman untuk
beristirahat. Kemudian baru mereka melepas kulit atau cangkangnya,
lalu lapisan merah muda yang berada di dalam cangkang  yang lama akan
tumbuh kemudian mengeras sampai pada ukuran yang lebih nyaman bagi
mereka.

Namun dalam proses tersebut sebelum cangkang yang baru
terbentuk, mereka berada dalam resiko yang luar biasa. Karena tanpa
cangkang  tersebut, tubuhnya sangat lemah dari serangan luar,
sehingga mereka dapat dengan mudah untuk mati terlempar ke batu-
batuan atau dimakan oleh hewan lainnya. Dengan kata lain, seekor
udang lobster mengambil resiko yang sangat besar untuk tumbuh
menjadi lebih kuat dan lebih besar.
(more…)

Advertisements

May 16, 2008 at 6:16 am Leave a comment

Mengatasi Penyakit Dalih

Sembilan puluh sembilan persen kegagalan datang dari orang
yang punya kebiasaan suka membuat alasan, begitu kata George
Washington Carver. Daripada mencari jalan keluar, mereka memilih
untuk membuat 1001 dalih mengenai kegagalan mereka. Alhasil,
kesempatan belajar pun terlewatkan begitu saja.

Dalam buku The Magic of Thinking Big, David J. Schwartz
menjelaskan mengenai penyakit pikiran yang mematikan alias penyakit
dalih (excuisitis). Orang-orang gagal senantiasa berdalih mengenai
kegagalan mereka. Penyakit dalih tersebut biasanya muncul 4 bentuk,
yaitu: dalih kesehatan, dalih inteligensi, dalih usia dan dalih
nasib.

Dalih kesehatan biasanya ditandai dengan ucapan, “Kondisi
fisik saya tidak sempurna”, “Saya tidak enak badan”, “Jantung saya
lemah”, dan sejenisnya. Orang sukses tidak pernah menganggap cacatnya
itu sebagai hambatan. Saya punya sahabat dekat yang menderita polio
namun dikenal sebagai dokter spesialis ginjal sukses dan murah hati.
(more…)

May 15, 2008 at 6:14 am Leave a comment

Bumi dan Langit

Sama2 mantan juara tinju kelas dunia, namun dengan nasib yang
sangat kontras berbeda.

Evander Holyfield saat ini hidup sebagai jutawan. Ia memiliki
istana pribadi, lengkap dengan bioskop pribadi, kolam renang dan
puluhan kamar. Kontras sekali dengan Mike Tyson, yang tidak memiliki
apa-apa kecuali hutang jutaan dollar.

Yang menarik adalah bahwa kedua mantan juara ini sebenarnya
mengumpulkan uang dalam JUMLAH YANG HAMPIR SAMA selama karir bertinju
mereka.

Lalu apa yang membedakan keduanya ?

Jawabannya adalah : yang satu pandai mengelola uangnya, yang satu
lagi hanya pandai membelanjakan uangnya.

Bagaimana dengan diri anda, sudahkah anda cukup bijaksana dalam
mengelola keuangan anda ?

May 13, 2008 at 6:13 am Leave a comment

Jadila Pelita

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah
sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.
Orang buta itu tertawa terbahak berkata : “Buat apa saya bawa
pelita ? Kan sama saja buat saya ! Saya bisa pulang kok.” Dengan
lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu,
biar mereka tidak menabrakmu.” Akhirnya orang buta itu setuju untuk
membawa pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang
pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan
punya mata. Beri jalan buat orang buta dong !” Tanpa berbalas sapa,
mereka pun saling berlalu.

Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta. Kali
ini si buta bertambah marah, “Apa kamu buta ? Tidak bisa lihat ya ?
Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat !” Pejalan itu
menukas, “Kamu yang buta ! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah
padam !” Si buta tertegun…. Menyadari situasi itu, penabraknya
meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak melihat
bahwa Anda adalah orang buta.” Si buta tersipu menjawab, “Tidak apa-
apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.” Dengan tulus, si
penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta.
Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.

Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak
orang buta kita. Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya
dengan santun, “Maaf, apakah pelita saya padam ?” Penabraknya
menjawab, “Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama.” Senyap
sejenak… secara berbarengan mereka bertanya, “Apakah Anda orang
buta ?” Secara serempak pun mereka menjawab, “Iya…,” sembari
meledak dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu menemukan
kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.

(more…)

May 13, 2008 at 6:11 am Leave a comment


Calendar

November 2018
M T W T F S S
« May    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Posts by Month

Posts by Category